Kamis, 03 Februari 2011

- Belajar Membuat Website

Langkah 9 :

MEMASANG WEBSITE DI INTERNET

Bila anda telah membuat halaman-halaman web yang tersimpan sebagai file-file HTML dalam hardisk komputer anda, berarti anda telah mempunyai website sendiri secara offline. Website ini hanya bisa dilihat oleh orang yang mengakses komputer anda. Bagaimana caranya agar website itu bisa diakses oleh "semua orang" di seluruh dunia secara online? Inilah yang akan kita pelajari di sini. Membuat halaman HTML adalah proyek tahap pertama, sedang memasang halaman web di internet adalah proyek tahap kedua dan senantiasa memperbaharui isi website kita adalah proyek tahap ketiga. Ketiga tahapan ini harus dilalui dan dikerjakan oleh setiap webmaster yang ingin menghasilkan website yang berkualitas.
Agar website anda dapat diakses lewat internet, anda harus menyimpannya dalam web server yaitu komputer yang terhubung ke internet secara terus-menerus selama 24 jam sehari, 7 hari sepekan. Untuk dapat menyimpan file-file anda ke dalam web server, anda harus mendaftar (memiliki account) terlebih dahulu kepada penyedia layanan web hosting (jasa penyimpanan web). Bagi para pemula, jasa web server gratis (free web hosting) adalah pilihan yang paling tepat untuk menyimpan website di internet. Di internet, anda bisa menemukan banyak web server gratis yang menyediakan space (ruang dalam hardisk mereka) untuk account anda.  

MENDAFTAR DI WEB HOSTING GRATIS

Dalam kesempatan ini, kita mengambil contoh salah satu web hosting gratis yang kami gunakan untuk menyimpan halaman web yang sedang anda baca ini, yaitu Freewebs. Sepanjang yang kami temui, Freewebs menyediakan layanan web hosting yang cukup baik dan bersahabat. Disamping gratis dan bebas iklan (dua hal ini yang terpenting), Freewebs juga menyediakan beberapa fasilitas lain seperti hit counter (penghitung pengunjung) dan guest book (buku tamu) yang lumayan baik buat webmaster pemula. Freewebs menyediakan space (ruang) gratis untuk website anda hingga 40 megabyte, sudah "terlalu banyak" untuk website gratis apalagi bagi webmaster pemula. 
Pertama-tama kita akan belajar bagaimana cara mendaftar atau membuat account baru di Freewebs. Dengan mengikuti petunjuk di bawah ini, diharap kita sudah bisa menerapkannya untuk mendaftar ke web hosting gratis yang lain bila suatu waktu anda berminat. Buka situs Freewebs dengan alamat http://www.freewebs.com. Kalau belum berubah, tampilannya seperti di bawah ini.
http://www.freewebs.com/buatsite/freewebs01.gif
Klik tombol elips yang bertuliskan SIGN ME UP! maka akan tampil halaman berikut yang bisa dianggap sebagai formulir pendaftaran untuk membuka "New Accounts" (keanggotaan baru). Isilah kotak-kotak sesuai yang diminta.
http://www.freewebs.com/buatsite/freewebs02.gif
Kotak pertama adalah "Account Name (One Word)". Di kotak ini anda diminta mengisi satu kata yang akan menjadi nama keanggotaan anda. Account ini sekaligus menjadi alamat website (URL) resmi anda yang terdaftar di Freewebs. Oleh karena itu sedapat mungkin anda menggunakan nama yang ada hubungannya dengan tema atau materi website anda. Namun usahakan mencari nama yang tidak terlalu umum dipakai. Bila nanti ternyata anda diminta untuk mengisi ulang formulir ini kemungkinan karena Account Name yang anda isi sudah terpakai oleh orang lain. 
Kotak kedua adalah "Password". Di sini anda harus memasukkan password anda (minimal 4 karakter, boleh huruf atau angka). Kemudian di kotak selanjutnya (Retype Password) anda harus mengetikkan kembali password anda yang sama persis dengan yang di atas (tapi jangan di-copy). Sedang di kotak ketiga (Email Address) anda harus menuliskan alamat email anda.
Kotak terakhir menanyakan dari mana anda mengetahui tentang Freewebs. Pilihlah salah satu dari item yang disediakan. Item-item tersebut akan tampak bila anda meng-klik kotak kecil di tepi kanan yang bertanda anak panah (segitiga).   
Gulunglah layar ke bawah maka akan tampak lanjutannya. Anda harus memberi tanda centang ( V ) di dalam kotak yang di sampingnya bertuliskan: "I have read...." dan seterusnya. Akhirnya, klik tombol bertuliskan Next Step di bawahnya.
Selanjutnya anda dibawa ke halaman yang bertuliskan ANTI-ABUSE AGREEMENT dengan beberapa kalimat di bawahnya. Kemudian ada dua buah tombol berwarna. Pilihlah tombol bertuliskan "I Agree" sebagai tanda persetujuan anda terhadap isi perjanjian kontrak gratis anda dengan Freewebs.  Halaman selanjutnya tampak seperti di bawah ini.
http://www.freewebs.com/buatsite/freewebs04.gif
Halaman ini meminta anda memilih salah satu diantara dua metode pembuatan website. Cara pertama adalah Beginner User yang disediakan untuk orang yang tidak menguasai bahasa HTML dan belum menyediakan file-file HTML buatan sendiri. Dalam paket ini, Freewebs akan menyediakan banyak pilihan template halaman web. User tinggal memilih template yang diinginkan kemudian memasukkan data-data yang ingin ditampilkan dalam halaman web itu. Sedangkan bagi anda yang sudah mempunyai file-file HTML buatan anda sendiri, hendaknya memilih Advanced User. Klik (hitamkan) bulatan di depannya maka akan muncul daftar isian selanjutnya di bagian bawah halaman itu juga seperti ini:
http://www.freewebs.com/buatsite/freewebs05.gif
Di kotak Public E-mail Address bisa anda masukkan alamat email anda yang sama dengan alamat email terdahulu atau boleh juga alamat email yang lain dan boleh pula anda kosongkan. Alamat email ini akan digunakan nantinya untuk kebutuhan pengiriman data-data bila situs anda menggunakan Form Submission. Sedangkan di kotak Site Category? anda harus memilih salah satu kategori yang sesuai dengan sifat atau tema dari situs yang anda buat. Isian selanjutnya adalah bahasa utama yang dipakai oleh situs anda. Bila anda menggunakan Bahasa Indonesia tentunya anda harus memberi tanda bulatan Other. Setelah semua selesai terisi klik tombol Next Step yang terdapat di bawahnya. Bila semua cara pengisian anda betul, selesailah sudah dan anda dibawa pada halaman "selamat datang".
Sampai di sini proses pendaftaran anda sudah selesai. Anda boleh langsung mengirimkan atau men-transfer (upload) file-file HTML anda atau keluar dari ruang account anda dengan mengklik Log Out pada baris paling bawah yang terdapat di menu sebelah kiri.
Sekarang anda telah mempunyai Account di Freewebs. Artinya anda telah memiliki sebuah ruang atau tempat di server Freewebs sebesar 40 megabytes untuk ditempati oleh website anda. Ruang inilah yang akan anda isi dengan file-file HTML yang telah anda buat. Proses memindahkan file-file HTML dari hardisk anda ke hardisk host server itulah yang dinamakan upload (pengiriman) file. Bagaimana caranya? Baiklah kita mulai dari awal.
Bukalah website Freewebs (www.freewebs.com) pada browser anda. Tampilannya seperti gambar pertama di atas. Pada sisi kanan atas tampilan website ini tampak dua kotak isian yaitu Login dan Password. Pada kotak Login tuliskan nama account (Account Name) anda yang anda buat ketika mendaftar dahulu. Pada kotak Password ketikkan password yang juga pernah anda ketikkan ketika mendaftar. Setelah itu klik tombol Login. Maka akan tampaklah tampilan seperti ini:
http://www.freewebs.com/buatsite/freewebs08.gif
Di situ tercantum alamat (URL) website anda seperti http://www.freewebs.com/account_name_anda. Alamat website gratisan seperti ini memang cukup panjang namun tidak usah khawatir; temukancara memendekkan alamat website anda di sini. Kemudian di sebelah kiri terdapat kotak Member Tools dengan beberapa baris menu di dalamnya. Menu-menu inilah yang harus anda pelajari satu-persatu agar anda dapat menggunakan dan mengatur website anda dengan sebaik-baiknya. Adapun untuk melakukan upload file, klik link (menu) Site Manager (kira-kira pada baris kelima). Maka anda akan dibawa ke halaman Site Manager yang seperti ini:
http://www.freewebs.com/buatsite/freewebs09.gif
Di situ terlihat bahwa di bawah kolom Filename sudah terdapat sebuah file yang bernama index.htm. Hal ini menandakan bahwa file yang akan menjadi halaman pertama (homepage) yang dimunculkan bila alamat website anda dibuka harus bernama index.htm. Jadi bila anda sudah telanjur membuat file homepage (file HTML yang menjadi halaman pertama sebuah website) dengan nama lain maka harus anda ganti dengan nama index.htm. Tentunya harus anda ingat bahwa penulisan kode HTML dari setiap link yang mengarah ke halaman homepage ini juga harus anda sesuaikan.
Ada beberapa pilihan dalam membangun website anda yang disediakan dalam Site Manager ini. Namun yang akan kita pelajari di sini adalah Upload file dari hardisk anda ke server Freewebs. Klik link Upload a File yang berada pada deretan terakhir (paling kanan) dari kepala tabel Site Manager. Setelah anda klik, akan muncul jendela pop-up baru berukuran kecil seperti ini:
http://www.freewebs.com/buatsite/upload.gif
Klik tombol Browse maka muncul kotak dialog tempat anda mencari letak file-file HTML yang anda simpan. Bukalah folder tempat anda menyimpan file-file HTML anda. Kemudian pilihlah satu file yang hendak anda upload. Maka akan tampak pada jendela Upload tadi alamat file anda dalam hardisk. Bila sudah betul, klik tombol Submit maka mulailah berlangsung proses upload. Satu file telah selesai di-upload bila jendela Upload lenyap dan halaman Site Manager tampak kembali dengan menampilkan nama file yang tadi anda upload sudah tercantum di bawah kolom Filename. Lanjutkanlah lagi proses upload untuk file-file lainnya dengan cara yang sama dengan tadi. Begitu seterusnya hingga semua file-file anda telah berhasil di-upload.
Bila proses upload selesai, cobalah melihat hasilnya dengan meng-klik tombol Preview My Site yang terdapat di sebelah kanan pada kepala (logo nama) situs Freewebs. Bila semuanya benar, maka akan terbukalah sebuah jendela baru browser yang menampilkan homepage atau halaman pertama dari situs yang anda buat. Bila tidak, maka kemungkinan besar kesalahan terletak pada pemberian nama file homepage tadi. Ingat namanya harus index.htm bukan index.html, apalagi yang lainnya.
Bila anda anggap selesai, anda boleh keluar dari login anda dengan mengklik menu log-out pada baris paling bawah dari menu Member Tools. Selamat, kini anda telah mempunyai website sendiri. Seterusnya, jangan bosan mencoba setiap menu dari Member Tools untuk mendapatkan pengetahuan baru tentang cara mengelola website anda. Demikian pula anda harus rajin mengunjungi situs-situs yang menyajikan pelajaran tentang pembuatan website. Dan jangan sungkan-sungkan untuk bertanya kepada webmaster yang lebih berpengalaman.

- Belajar Membuat Website

Langkah 8 :

MEMBUAT FRAME
Dengan menggunakan frame, kita bisa menampilkan beberapa halaman HTML sekaligus dalam sebuah jendela browser. Apa artinya? Artinya dengan membuka sebuah halaman HTML saja (yang mengandung frame), browser akan menampilkan beberapa halaman sekaligus yang masing-masing termuat dalam sebuah frame. Apa gunanya? Disamping untuk mempercantik tampilan, fungsi utama frame adalah untuk memudahkan navigasi atau penelusuran isi website. Kok, bisa? Daripada membahas panjang lebar, lebih baik kita langsung saja belajar membuat frame. Perhatikan contoh layout halaman ber-frame berikut ini:
frame I berisi file judul.htm
frame II berisi file menu.htm
frame III berisi file isi.htm
Anggaplah gambar di atas adalah tampilan dari sebuah halaman HTML yang terdiri dari tiga frame. Halaman yang ber-frame ini kita namakan gabung.htm. File gabung.htm ini menampilkan tiga halaman HTML sekaligus yaitu file judul.htm, menu.htm dan isi.htm. Jadi untuk membuat tampilan seperti di atas kita harus membuat empat buah file HTML, 3 file berfungsi sebagai halaman yang ditampilkan sedang satu file berfungsi sebagai halaman yang menampilkan. Halaman inilah yang merupakan halaman utama atau halaman yang mengandung frame.
Untuk membuat halaman utama atau halaman yang ber-frame, kita hanya membutuhkan dua buah tag yaitu <FRAMESET> untuk mengatur pembuatan frame, dan <FRAME> untuk menentukan file target bagi setiap frame. Baiklah kita mulai membuat file gabung.htm ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Halaman utama</TITLE>
</HEAD>
<FRAMESET>
</FRAMESET>
</HTML>
Di atas anda bisa melihat bahwa empat tag yang pertama hanyalah tag pembukaan HTML yang sudah biasa. Sedangkan tag untuk membuat frame adalah tag <FRAMESET> dengan tag penutupnya. Perhatikanlah bahwa halaman yang berframe tidak membutuhkan tag BODY karena yang menjadi isi dari halaman utama ini adalah isi dari halaman-halaman lain yang menjadi target dari setiap frame. 
Perhatikan kembali layout halaman berframe yang digambarkan di atas tadi. Halaman tersebut terdiri dari atas dua baris dimana baris pertama (atas) lebih kecil (anggaplah 20%) daripada baris kedua (80%). Dan baris kedua terbagi atas dua kolom dimana kolom pertama (kiri) lebih kecil (anggaplah 30%) daripada kolom kedua (70%). Bagaimana cara mengaturnya?
Pertama, kita membagi halaman menjadi dua baris, baris pertama tingginya 20% dan baris kedua tingginya 80%. Agar lebih bersih dan jelas, tag <HTML>, <HEAD> dan <TITLE> tidak dicantumkan lagi. Ingat, anda harus tetap menuliskannya di dokumen anda. 
<FRAMESET ROWS="20%,80%">
</FRAMESET>
Atribut ROWS dalam tag FRAMESET di atas memerintahkan browser untuk membagi halaman menjadi dua baris, baris pertama tingginya 20% dan baris kedua tingginya 80%. Sekarang kita akan mengisi baris pertama dengan frame kosong terlebih dahulu menggunakan tag <FRAME>.
<FRAMESET ROWS="20%,80%">
<FRAME>
</FRAMESET>
Sekarang kita akan mengisi baris kedua. Sebelumnya kita harus membagi baris kedua ini dalam dua kolom. Untuk itu, kita harus menambahkan lagi sepasang tag <FRAMESET> yang di dalamnya disisipkan atribut pembagi kolom yaitu COLS.
<FRAMESET ROWS="20%,80%">
<FRAME>
<FRAMESET COLS="30%,70%">
</FRAMESET>
</FRAMESET>
Setelah terbagi dalam dua kolom kita harus mengisi setiap kolom tersebut dengan frame. Jadinya seperti ini:
<FRAMESET ROWS="20%,80%">
<FRAME>
<FRAMESET COLS="30%,70%">
<FRAME>
<FRAME>
</FRAMESET>
</FRAMESET>
Kini selesailah sudah pembuatan file gabung.htm yang merupakan halaman web yang terdiri dari tiga buah frame. Tugas kita tinggal mengisi frame-frame yang masih kosong itu dengan file-file yang akan kita tampilkan di dalamnya. Untuk mendefinisikan nama file target pada setiap frame, kita tinggal menambahkan atribut SRC dalam setiap tag <FRAME>. Contoh:
<FRAMESET ROWS="20%,80%">
<FRAME SRC="judul.htm">
<FRAMESET COLS="30%,70%">
<FRAME SRC="menu.htm">
<FRAME SRC="isi.htm">
</FRAMESET>
</FRAMESET>
Tentu saja sebelumnya anda harus sudah membuat ketiga file tersebut dan menempatkan keempat file ini dalam folder yang sama. Bila foldernya tidak sama, gunakanlah cara penulisan alamat file seperti cara penulisan alamat file untuk link (lihat kembali pelajaran tentang link yang lalu).
Misalnya kita mempunyai file judul.htm seperti ini, file menu.htm seperti ini dan file isi.htm seperti ini. Maka bila anda membuka file gabung.htm, akan tampaklah sebuah halaman web yang terdiri dari tiga frame seperti ini. (klik masing-masing kata "seperti ini" untuk melihat tampilannya).
Seperti halnya dalam penentuan ukuran tabel, selain menggunakan satuan persen, kita juga bisa menggunakan satuan pixel. Misalnya atribut COLS="200,400" memerintahkan browser untuk membagi halaman menjadi dua kolom dimana kolom pertama lebarnya 200 pixel sedang kolom kedua lebarnya 400 pixel. Bahkan anda pun dapat membagi frame seperti ini COLS="200,*". Apa artinya? Artinya anda membagi halaman menjadi dua kolom dimana kolom pertama lebarnya 200 pixel sedang kolom kedua lebarnya adalah sisa dari ukuran layar monitor. Hal ini berguna karena setting layar monitor yang dipakai oleh user bisa berbeda-beda; pada umumnya adalah (lebar x tinggi dalam satuan pixel) 640x480, 800x600 atau 1024x768. 
Atribut lainnya yang bisa disisipkan dalam tag <FRAMESET> antara lain: BORDER untuk mengatur ukuran border yang memisahkan antara dua frame dan BORDERCOLOR untuk menentukan warna border. Contoh:
<FRAMESET ROWS="20%,80%" BORDERCOLOR="#FF1493">
<FRAME SRC="judul.htm">
<FRAMESET COLS="30%,70%"  BORDER="10">
<FRAME SRC="menu.htm">
<FRAME SRC="isi.htm">
</FRAMESET>
</FRAMESET>
Bila dilihat dalam browser, tampak seperti ini. Ukuran BORDER="2" adalah default sedang ukuran BORDER="0" berarti frame tanpa border.
Sedangkan untuk tag <FRAME> biasanya dilengkapi dengan atribut-atribut berikut:
  1. BORDERCOLOR, fungsinya sama dengan BORDERCOLOR pada tag FRAMESET. Dalam hal ini, warna yang didefinisikan oleh tag yang lebih dalam menang atas warna yang didefinisikan oleh tag yang luar. 
  2. MARGINHEIGHT untuk menentukan jarak antara batas atas atau batas bawah frame dengan isi frame. 
  3. MARGINWIDTH untuk menentukan jarak antara batas kiri atau batas kanan frame dengan isi frame.
  4. NORESIZE, dengan adanya atribut ini maka border dari frame yang bersangkutan tidak bisa digeser. Dengan kata lain, ukuran frame tersebut tidak bisa diubah (diperkecil atau diperbesar).
  5. SCROLLING, mengatur fasilitas scroll (penggulung layar) dari frame.  Nilainya bisa YES, NO atau AUTO. Nilai YES berarti penggulung selalu ada, NO berarti penggulung selalu tidak ada, sedang AUTO berarti penggulung ada bila diperlukan (isi frame melebihi ukuran layar) dan tidak ada bila tidak diperlukan (isi frame dimuat oleh layar). Nilai AUTO merupakan nilai default. Artinya, bila atribut SCROLLING tidak dituliskan, maka penggulung layar otomatis akan muncul bila diperlukan.
  6. NAME, untuk memberi nama terhadap frame yang bersangkutan. Kegunaannya akan dijelaskan kemudian.
Berikut sekelumit contoh penggunaan atribut-atribut di atas:
<FRAMESET ROWS="20%,80%" BORDERCOLOR="#FF1493">
<FRAME SRC="judul.htm" NORESIZE>
<FRAMESET COLS="30%,70%"  BORDER="10">
<FRAME SRC="menu.htm" BORDERCOLOR="#9C661F">
<FRAME SRC="isi.htm"SCROLLING="YES">
</FRAMESET>
</FRAMESET>
Klik di sini untuk melihat tampilannya dalam browser.
Adapun atribut NAME diperlukan dalam kaitannya dengan fungsi navigasi dari halaman ber-frame. Misalnya kita ingin mengatur agar suatu link bila di-klik akan memunculkan halaman targetnya dalam frame tertentu. Maka terlebih dahulu kita harus memberi nama terhadap frame tersebut. Contoh:
<FRAMESET ROWS="20%,80%" BORDERCOLOR="#FF1493">
<FRAME SRC="judul.htm" NORESIZE>
<FRAMESET COLS="30%,70%"  BORDER="10">
<FRAME SRC="menu.htm" BORDERCOLOR="#9C661F">
<FRAME SRC="isi.htm"SCROLLING="YES" NAME="utama">
</FRAMESET>
</FRAMESET>
Dalam contoh di atas, frame ketiga (frame pada kolom kedua dari baris kedua halaman) kita berinama "utama". Dengan adanya nama tersebut, kita bisa mengatur agar link yang terdapat pada halaman di frame lainnya bila di-klik akan memunculkan halaman targetnya pada frame "utama" tersebut. Bingung? Misalnya, pada halaman menu.htm terdapat link dengan kode HTML seperti berikut:
<A HREF="bab2.htm">BAB II</A>
Bila kata BAB II di-klik maka akan membuka file bab2.htm. Tapi halaman bab2.htm tersebut akan mengisi seluruh jendela browser. Artinya halaman yang berframe akan hilang. Agar file bab2.htm itu muncul pada frame "utama" saja, kita harus memberi atribut TARGET seperti ini:
<A HREF="bab2.htm" TARGET="utama">BAB II</A>
Masih ingat, kan tentang atribut TARGET pada pelajaran tentang LINK? Seandainya semua link yang terdapat dalam file menu.htm akan kita arahkan pada frame "utama" maka kita bisa menyisipkan tag <BASE TARGET="utama"> diantara tag <HEAD> dan </HEAD>. Dengan demikian, kita tidak perlu lagi menuliskan dalam setiap link atribut TARGET tersebut satu-persatu.  Karena dengan adanya tag BASE TARGET itu, secara otomatis, semua link yang ada dalam halaman tersebut akan diarahkan ke frame yang dicantumkan dalam BASET TARGET. Kecuali link yang mempunyai TARGET tersendiri.
Berikut beberapa cara pengarahan link dengan atribut TARGET:
  • _blank : halaman yang dipanggil akan muncul pada jendela baru (ini sudah kita pelajari)
  • _top : halaman yang dipanggil akan mengisi penuh jendela yang sama, meskipun tadinya ada frame.
  • _self : halaman yang dipanggil akan mengisi tempat yang sama, bila link tersebut dalam sebuah frame maka halaman yang dipanggil akan mengisi frame tersebut.
  • _parent : halaman yang dipanggil akan akan mengisi FRAMESET, satu tingkat lebih tinggi dari FRAME tempat link yang bersangkutan.

- Belajar Membuat Website

Langkah 7 :

MEMBUAT TABEL
Setiap tabel minimal tersusun dari tiga tag dasar yaitu tag <TABLE> yang menandai sebuah tabel, tag <TR> yang membentuk baris dan tag <TD> yang membentuk kolom. Masing-masing tag tersebut harus memiliki tag penutup.
<TABLE>
<TR>
<TD>kolom 1 dari baris 1</TD>
</TR>
</TABLE>
Susunan tag-tag di atas memerintahkan kepada browser untuk menampilkan sebuah tabel yang terdiri dari satu baris dan satu kolom yang diisi dengan tulisan: kolom 1 dari baris 1.
kolom 1 dari baris 1
Mana tabelnya? Sesungguhnya, tabelnya ada, hanya saja tanpa bingkai (border). Ternyata, secara default, tabel menggunakan nilai border = 0 (nol) alias tanpa bingkai. Jadinya yang tampak hanya tulisan semata. Untuk membuat bingkai dari tabel tersebut, kita harus menyertakan atribut BORDER. 
<TABLE BORDER=1>
<TR>
<TD>kolom 1 dari baris 1</TD>
</TR>
</TABLE>
Sehingga tabelnya tampak sebagai berikut:
kolom 1 dari baris 1
Silakan coba sendiri mengganti ukuran bingkai menjadi 2, 3 dan seterusnya lalu bandingkan hasilnya. Sekarang mari kita membagi tabel sebaris tersebut menjadi dua kolom. Artinya kita menambah sepasang tag TD lagi.
<TABLE BORDER=1>
<TR>
<TD>kolom 1 dari baris 1</TD>
<TD>kolom 2 dari baris 1</TD>
</TR>
</TABLE>
Beginilah hasilnya dalam browser:
kolom 1 dari baris 1
kolom 2 dari baris 1
Nah, bila anda ingin menambah sekian baris ke bawah, cukup menyalin ulang dari tag <TR> sampai </TR>. Sorot (blok) dari tag <TR> hingga </TR> lalu Copy (Ctrl+C). Tempatkan kursor di bawah tag </TR> lalu Paste (Ctrl+V). Sekian baris yang ingin anda buat, sekian kali pula anda harus menyalinnya (melakukan perintah Paste). Setelah itu tinggal meng-edit tulisan sesuai keinginan anda. Begini contohnya:
<TABLE BORDER=1>
<TR>
<TD>kolom 1 dari baris 1</TD>
<TD>kolom 2 dari baris 1</TD>
</TR>
<TR>
<TD>kolom 1 dari baris 2</TD>
<TD>kolom 2 dari baris 2</TD>
</TR>
</TABLE>
Tampilannya dalam browser menjadi:
kolom 1 dari baris 1
kolom 2 dari baris 1
kolom 1 dari baris 2
kolom 2 dari baris 2
Setelah atribut BORDER, atribut selanjutnya yang perlu kita ketahui adalah atribut CELLSPACING yang mengatur jarak antar sel dan CELLPADDING yang mengatur jarak antara sel dan tulisan di dalamnya. Misalnya:
<TABLE BORDER=1 CELLSPACING=10>
<TR>
<TD>kolom 1 dari baris 1</TD>
<TD>kolom 2 dari baris 1</TD>
</TR>
<TR>
<TD>kolom 1 dari baris 2</TD>
<TD>kolom 2 dari baris 2</TD>
</TR>
</TABLE>
Dengan penambahan atribut CELLSPACING=10 dalam tag TABLE berarti akan dihasilkan sebuah tabel dengan jarak antar sel adalah 10 pixel. Beginilah tampilannya dalam browser:
kolom 1 dari baris 1
kolom 2 dari baris 1
kolom 1 dari baris 2
kolom 2 dari baris 2
Sekarang mari kita coba bandingkan bila atribut CELLSPACING tersebut diganti dengan CELLPADDING.
<TABLE BORDER=1 CELLPADDING=10>
<TR>
<TD>kolom 1 dari baris 1</TD>
<TD>kolom 2 dari baris 1</TD>
</TR>
<TR>
<TD>kolom 1 dari baris 2</TD>
<TD>kolom 2 dari baris 2</TD>
</TR>
</TABLE>
Beginilah hasilnya dalam browser:
kolom 1 dari baris 1
kolom 2 dari baris 1
kolom 1 dari baris 2
kolom 2 dari baris 2
Sedangkan kalau kedua tag tersebut dipakai bersama-sama seperti ini:
<TABLE BORDER=1 CELLSPACING=10 CELLPADDING=10>
<TR>
<TD>kolom 1 dari baris 1</TD>
<TD>kolom 2 dari baris 1</TD>
</TR>
<TR>
<TD>kolom 1 dari baris 2</TD>
<TD>kolom 2 dari baris 2</TD>
</TR>
</TABLE>
Akan menghasilkan tabel seperti ini:
kolom 1 dari baris 1
kolom 2 dari baris 1
kolom 1 dari baris 2
kolom 2 dari baris 2
Ternyata mudah, kan membuat tabel? Bila kita lihat tabel-tabel pada contoh di atas, tampak bahwa secara default, lebar kolom dan tinggi baris mengikuti lebar dan tinggi tulisan di dalamnya. Kita bisa mengatur sendiri lebar dan tinggi tabel, kolom dan barisnya dengan menggunakan atribut WIDTH (lebar) dan HEIGHT (tinggi). Misalnya:
<TABLE BORDER=1 WIDTH=100%>
<TR>
<TD>kolom 1 dari baris 1</TD>
<TD>kolom 2 dari baris 1</TD>
</TR>
<TR>
<TD>kolom 1 dari baris 2</TD>
<TD>kolom 2 dari baris 2</TD>
</TR>
</TABLE>
Bagaimana jadinya tabel dengan lebar 100% ?
kolom 1 dari baris 1
kolom 2 dari baris 1
kolom 1 dari baris 2
kolom 2 dari baris 2
Kesimpulannya, lebar tabel 100% artinya tabel tersebut akan melebar hingga memenuhi lebar tampilan halaman. Bila lebar setiap kolom tidak ditentukan, maka lebar 100% itu akan terbagi sejumlah kolomnya. Seperti dalam contoh di atas, karena terdiri dari dua kolom maka lebar masing-masing kolom adalah 50%. Nah, bagaimana bila kita ingin membagi lebar kolom tidak sama? Ya, caranya sama saja, yaitu dengan memasukkan atribut WIDTH dalam tag kolom.
<TABLE BORDER=1 WIDTH=100%>
<TR>
<TD WIDTH=25%>kolom 1 dari baris 1</TD>
<TD WIDTH=75%>kolom 2 dari baris 1</TD>
</TR>
<TR>
<TD WIDTH=25%>kolom 1 dari baris 2</TD>
<TD WIDTH=75%>kolom 2 dari baris 2</TD>
</TR>
</TABLE>
Bagaimana jadinya?
kolom 1 dari baris 1
kolom 2 dari baris 1
kolom 1 dari baris 2
kolom 2 dari baris 2
Bagaimana halnya dengan atribut HEIGHT (tinggi)? Atribut ini juga bisa disisipkan dalam tag TABLE dan tag TR (baris). Selain menggunakan persen untuk menentukan ukuran tabel, kita bisa pula menggunakan satuan pixel. Bila angka sesudah WIDTH dan HEIGHT tidak menggunakan persen (%), berarti satuannya adalah pixel. Contoh:
<TABLE BORDER=7>
<TR HEIGHT=40>
<TD WIDTH=150>kolom 1 dari baris 1</TD>
<TD WIDTH=250>kolom 2 dari baris 1</TD>
</TR>
<TR HEIGHT=80>
<TD WIDTH=150>kolom 1 dari baris 2</TD>
<TD WIDTH=250>kolom 2 dari baris 2</TD>
</TR>
</TABLE>
Ukuran border tabel kita ubah menjadi 7. Tinggi baris pertama adalah 40 pixel sedang baris kedua 80 pixel. Adapun lebar kolom pertama adalah 150 pixel sedang kolom kedua 250 pixel. Perhatikanlah bagaimana atribut-atribut di atas, menghasilkan tampilan tabel dalam browser menjadi:
kolom 1 dari baris 1
kolom 2 dari baris 1
kolom 1 dari baris 2
kolom 2 dari baris 2
Sekarang kita akan berbicara lagi masalah perataan (alignment) tulisan. Lihat contoh tabel di atas! Tampak bahwa secara default, tabel menempatkan tulisan rata kiri (secara horisontal) dan di tengah (secara vertikal). Namun demikian, kita bisa mengatur sendiri perataan ini dengan menggunakan atribut ALIGN untuk perataan horisontal dan VALIGN untuk perataan vertikal. Perhatikan penggunaannya:
<TABLE BORDER=7>
<TR HEIGHT=40>
<TD WIDTH=150 ALIGN=left VALIGN=top>kiri atas</TD>
<TD WIDTH=250 ALIGN=right VALIGN=middle>kanan tengah</TD>
</TR>
<TR HEIGHT=80>
<TD WIDTH=150 ALIGN=right VALIGN=bottom>kanan bawah</TD>
<TD WIDTH=250 ALIGN=center VALIGN=middle>tengah tengah</TD>
</TR>
</TABLE>
Beginilah hasilnya bila ditampilkan dalam browser:
kiri atas
kanan tengah
kanan bawah
tengah tengah
Pembicaraan tentang tabel ini, belum selesai. Akan kita lanjutkan pada halaman berikutnya.